Tahapan Belajar Membaca Anak Usia Dini

Kemampuan membaca tiap orang berbeda beda tergantung usia dan kemauan pribadi masing-masing. Pada anak usia dini, ada banyak tahapan Belajar Membaca yang disesuaikan dengan kemampuannya. Kemampuan membaca anak usia dini lebih pada tahap permulaan. Mereka mulai mengenal bentuk, mengenal perbedaan huruf, mengenal rangkaian (pola) dan mengenal perbedaan bentuk.


Salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki anak adalah membaca. Banyak sekolah yang menerapkan standar tinggi bagi calon anak didiknya. Kemampun membaca dan menjawab pertanyaan menjadi incaran sekolah favorit dalam menerima siswa siswinya. Sementara di sekolah TK ataupun sejenisnya, pelajaran membaca tidak begitu ditekankan.


Hal inilah yang akhirnya membuat para ibu yang memiliki anak usia dini berusaha keras mempersiapkan anaknya untuk masuk sekolah dasar favorit. Tak heran jika kemudian banyak orang tua yang memasukkan anaknya ke tempat les untuk sekedar belajar membaca. Padahal untuk menuju anak bisa membaca, ada tahapannya sendiri.

Berikut ini Tahapan Belajar Membaca Anak Usia Dini yang perlu dipahami.

1. Tahap Pra-Membaca

Tahap yang satu ini kadang suka terlewatkan. Orang tua lebih sering menuju ke tahap teknis membaca. Padahal kunci utama kesuksesan kemampuan membaca ada pada Tahap Pra-membaca. Pra-membaca dimulai dari dalam kandungan sampai ia terpenuhi semua kebutuhan perkembangan fisik dan motoriknya. Membacakan buku dari masih hamil hingga anak lahir menjadi tahap penting pra membaca. Masa ini berlanjut hingga anak melewati tahap perkembangan fisik dan mentalnya.

2. Belajar Membedakan

Sebelum belajar membaca dan mengenali huruf satu persatu, ada tahapan yang harus dilewati anak. Yaitu belajar membedakan. Anak usia dini perlu dilatih membedakan bentuk, tekstur, ukuran, berat, serta arah benda. Jangan lupa nama-namanya juga. Hal ini merupakan salah satu kunci persiapan buat sang anak dalam mengenal huruf-huruf nanti. Anak yang terlatih membedakan akan lebih mudah mengenali perbedaan a dan o, m dan n, b dan p serta huruf huruf lainnya.


3. Tahap Teknis Membaca

Di tahap teknis membaca, anak dikenalkan dengan huruf dalam bentuk fisik, kemudian dilanjutkan dengan perkenalan huruf dalam tulisan. Kata dengan akhiran kata yang sama atau serima dikenalkan terlebih dahulu. Baru kemudian ke kata yang lebih sulit. Jika semua tahapan terlewati, kemungkinan besar tidak ada kendala yang berarti.

4. Tahap tanpa kekangan

Sebelum anak mampu duduk dengan tenang dan berkonsentrasi penuh saat membaca dan menulis, otot-otot besar anak perlu diperhatikan terlebih dulu. Beragam kegiatan sehari-hari anak seperti melompat, merangkak, merayap, berlari, dan lainnya bisa jadi stimulus yang menyenangkan bagi anak.


Disamping otaknya yang perlu diasah, otot-otot anak juga perlu dipuaskan terlebih dahulu. Mengekang anak untuk duduk belajar membaca dan menulis terus menerus sangatlah tidak baik. Selama otot-otot besar masih kurang gerak, akan sulit bagi anak untuk dapat fokus dan duduk tenang. Kegiatan melempar bola termasuk salah satu kegiatan yang efektif dalam menstimulasi otot-otot jari anak untuk mempersiapkannya untuk menulis kelak.

5. Pentingnya koordinasi mata dan tangan

Untuk dapat menulis dan membaca, anak perlu dapat mengkoordinasikan mata dan tangannya dengan baik. Latihan makan sendiri pun berpengaruh pada proses pembelajaran menulis dan membaca. Menuang, memasukkan benda ke wadahnya, merangkai, memukul palu dengan pasak, dan kegiatan sejenisnya adalah contoh-contoh kegiatan untuk melatih koordinasi mata dan tangan.

5 Membacakan Cerita Dengan Lantang

Membacakan cerita untuk anak terbukti merupakan cara efektif untuk menambah kosa kata dan membantu anak memahami logika dalam bercerita. Banyak anak yang dapat membaca tapi tak paham maknanya menjadi persoalan tersendiri bagi guru dan orang tuanya. Anak sulit memahami soal di dalam pelajaran meski sudah bisa membaca barisan hurufnya. Oleh karena itu rutin membacakan cerita dengan lantang menjadi solusi ampuh bagi anak dalam memahami apa yang dibacanya.


Setelah berhasil melewati tahapan Belajar membaca diatas, anak pastinya lebih mudah mengenali huruf, lancar membaca dan mengerti maknanya. Jika tidak percaya silahkan dicoba.

No comments

Harap berkomentar dengan sopan dan sesuai topik

Theme images by 5ugarless. Powered by Blogger.