Air Masuk Ke Dalam Rumah

Setelah lebih dari seminggu tidak pernah turun hujan, sejak pukul 9 malam hingga dini hari air berjatuhan ke bumi dengan intensitas tinggi. Dentuman petir sesekali menghiasi pendengaran. Malam yang dingin itu tentunya membuat tidur semakin nyenyak. Datangnya hujan yang deras tersebut membuat penampungan air tidak meluber.


Menjelang tengah malam air mulai masuk kedalam rumah yang menjadi basecamp TBM Bintang Brilliant. Saat para tetangga terlelap dalam tidur masing-masing, di dalam rumah itu para penghuninya sudah sibuk menaikkan semua barang. Yang pertama kali diselamatkan tentunya adalah buku-bukunya. Karena barang paling berharga dan rentan kalau terkena air adalah buku. Buku-buku yang biasanya ada di bawah dinaikkan ke atas meja semua. Tidak peduli itu buku apa yang penting semua harus dinaikkan.


Saat air masuk ke dalam rumah, hujan masih turun dengan derasnya. Posisi rumah yang lebih rendah dari jalan membuat air lebih mudah masuk kedalam rumah. Para tetangga tidak ada yang terkena efek banjirnya karena kebanyakan rumah mereka sudah dibangun lebih tinggi dari jalan. Waktu kami ribut dengan banjir, mereka masih nyenyak dalam tidurnya. Suara air hujan menyamarkan keributan kami. 

Tidak sampai setengah jam, air di dalam rumah sudah diatas mata kaki. Karena sudah terlalu larut malam tidak memikirkan nanti seperti apa dan bagaimana, yang penting semua barang tidak kena air dulu. Setelah buku yang diselamatkan, kemudian barang elektronik, motor dan barang lain yang rentan rusak kena air. Baju-baju di almari nyaris terlupakan. Saat hujan berhenti, beberapa tetangga ada yang keluar dan kaget dengan keadaan rumah kami, tapi tentunya sudah tidak bisa berbuat apa-apa karena ini bencana yang tak terduga. 


Pagi menjelang, tetangga, sahabat dan kerabat yang baru tahu mulai berdatangan. Mereka baru melihat efek hujan semalam dan mengungkapkan keprihatinannya. Pagi itu ketinggian air dalam rumah mulai surut karena pompa-pompa sudah langsung beroperasi. Desa kami memang memiliki pompa-pompa khusus yang dibuat untuk strategi menghadapi banjir. Air di dalam perkampungan di pompa keluar menuju area persawahan dan rawa. 

Walaupun pompa sudah beroperasi, masih membutuhkan waktu beberapa hari untuk membuat banjir benar-benar pergi. Itupun dengan catatan tidak ada hujan di beberapa hari kedepan. Kalau hujan masih turun, airnya akan terus ada dan banjir senantiasa menggenang. Mau bagaimana lagi, bencana banjir lokal ini sudah tidak bisa dihindari. Resiko tinggal di dataran rendah memang seperti ini. 

Sekitar 2 bulan yang lalu, sebetulnya air sudah pernah melimpah ruah dan menyentuh pintu rumah. Tapi datangnya tidak tiba-tiba seperti sekarang. Kala itu buku-buku sudah diamankan, rak buku sudah ditinggikan dan barang elektronik dipindahkan. Tapi Alhamdulillah air tidak sampai masuk rumah. Kemudian karena sudah tidak pernah turun hujan lagi dan air tidak terlihat di daratan, buku dan almari sudah balik ke tempat semula. Tak disangka hujan deras dan banjir yang tiba-tiba datang tadi malam.

Kami masih banyak bersyukur, banjir ini cepat terlihat dan tertangani sehingga buku-buku aman dan tidak ada yang terendam air. Hanya saja untuk sementara waktu, peminjaman buku dan konsultasi pembelajaran diliburkan dulu. Menunggu hingga air surut dulu. Semoga banjir ini segera berlalu

No comments

Harap berkomentar dengan sopan dan sesuai topik

Theme images by 5ugarless. Powered by Blogger.