Menjual Sisir Pada Orang Gundul, Bisakah?


Alkisah ada sebuah perusahaan yang mencoba melakukan ekspansi untuk area pemasaran yang baru. Perusahaan itu membuka banyak lowongan pekerjaan untuk ditempatkan di Divisi Marketing. Setelah diadakan seleksi ketat, terpilihlah 3 kandidat utama. Sebut saja mereka dengan inisial X, Y dan Z.

Untuk menguji 3 kandidat tersebut, pemimpin perusahaan memberi tugas unik. Tugasnya adalah menjual sisir sebanyak mungkin di komplek Biara Shaolin dalam kurun waktu 3 hari. Tugas ini terlihat unik karena seperti yang diketahui, para biksu (penghuni biara) semuanya gundul tidak punya rambut. Karena mereka gundul, tentunya tidak membutuhkan sisir dalam keseharian.


Jika dipikir sekilas, menjual barang sebanyak-banyakny di tempat yang tidak butuh barang tersebut merupakan hal yang sangat sulit. ‎Hal itulah yang dipikirkan oleh kandidat X. Selama 3 hari, si X hanya mampu menjual satu sisir pada seorang biksu yang merasa kasihan dengannya.

Saat si X hanya bisa menjual 1 sisir, justru rivalnya si Y mampu menjual 10 sisir dalam waktu 3 hari. Metode yang ia gunakan adalah  menawarkan sisir pada para turis yang ada di komplek itu. Kebetulan di lokasi biara ada banyak turis yang berkunjung dan angin disana lumayan kencang. Beberapa turis butuh sisir untuk merapikan rambutnya yang awut-awutan.

Dibandingkan dengan hasil si X, penjualan si Y tentunya lumayan. Lalu bagaimana dengan kandidat ketiga (sebut saja namanya si Z)? Ternyata eh ternyata hasil penjualannya fantastis, dia berhasil menjual 500 sisir dalam kurun waktu 3 hari. Lantas bagaimana si Z bisa menjual sisir sebanyak itu?

Strategi Marketing Yang TOP


Strategi yang dilakukan oleh si Z patut diacungi jempol. Saat kandidat lain kesana kemari menjajakan sisir, si Z justru langsung menemui kepala biara. Ia mencoba meyakinkan kepala biara dengan menawarkan sisir sebagai souvenir unik di komplek biara tersebut. 

Nantinya Kepala biara membubuhkan tanda tangannya di atas sisir-sisir tersebut dan menjadikannya souvenir untuk para turis yang berkunjung kesana. Sang kepala biara ternyata setuju. 

Setelah tes pasar dengan memberikan souvenir bertanda tangan kepala biara pada turis yang berkunjung, para turis tersebut merasa senang. Mereka merasa dihargai dan tidak dipandang sebelah mata. Karena merasa senang dan dihargai, turis2 lalu menambah besarnya sedekah ke biara Shaolin. Mereka juga ingin kembali ke biara itu dan mengajak kerabat serta tetangga mereka untuk sering-sering berwisata ke biara ini.

Berhubung pemasukan dari sedekah bertambah besar, kepala biara juga merasa sangat senang. Kepala biara makin semangat membagikan sisir ke para turis, hingga stok sisir cepat habis. Kepala Biara kemudian menghubungi si Z supaya dikirimi sisir baru untuk menambah stok. Bukankah itu sebuah strategi yang Top banget?

Motivasi dan Pembelajaran


Sahabat, dari kisah ini tentu membuka wawasan kita. Sering sekali kita menganggap keadaan sebagai penghambat terbesar dalam usaha atau karier. Kita hanya berfikir satu arah tanpa mau memikirkan hal kreatif yang diluar jalur. Dan inilah yang membuat kandidat pertama gagal. ‎Sementara kandidat kedua, sudah berpikir lebih maju. Namun karena ia masih terpaku pada fungsi sisir yang hanya sebagai alat merapikan rambut, kesuksesan masih jauh dari harapan.

Tapi calon ketiga sudah berani berfikir di luar kotak ( _*thinking out of the box*_ ), berfikir diluar kelaziman. Dia bukan hanya berani berpikir bahwa sisir bukan hanya alat merapikan rambut, melainkan bisa menjadi souvenir. 

Kita tidak bisa mengatur situasi seperti yang kita kehendaki.Tapi, kita bisa mengerahkan segenap potensi kita untuk mencari solusi.  “Segenap potensi” bukan hanya terbatas otot atau kerja keras, tapi juga pikiran, ilmu, intuisi dan kerja cerdas.  
Pendek kata, kreatifitas akal, ketekunan dan kesabaran.. jangan lupa berdoa..! Itulah potensi dalam diri kita yang dapat dipergunakan. Mulai sekarang ayo kita belajar bagaimana menjadi penjual sisir yang ketiga.

Jangan terbelenggu oleh berbagai hambatan, yang penting adalah bagaimana kita berpikir dan menemukan solusi mengatasi hambatan itu..! ‎ 

No comments

Harap berkomentar dengan sopan dan sesuai topik

Theme images by 5ugarless. Powered by Blogger.