Mari Mengenal Huruf Braille

Huruf Braille adalah jenis huruf khusus untuk tunanetra. Kehadiran huruf braille menjadi angin segar bagi mereka yang memiliki keterbatasan penglihatan. Mereka yang juga disebut dengan tunanetra ini tidak bisa membaca atau menulis seperti kebanyakan orang normal. Oleh karena itu diperlukan sebuah metode atau sarana supaya mereka bisa mendapatkan informasi dalam bentuk tulisan. Huruf braille adalah jawabannya.


Bagi sahabat TBM yang belum tahu apa itu huruf braille dan serba serbi didalamnya, berikut ini akan ada sedikit ulasannya.

Apa itu Huruf Braille?

Huruf braille merupakan jenis huruf dalam sistem tulisan sentuh yang digunakan penyandang tunanetra untuk berkomunikasi secara tulisan. Bentuk huruf braille tidak sama dengan huruf latin, arab maupun kanji. Bentuknya seperti titik-titik yang dikombinasikan sedemikian rupa dan dibuat timbul dari kertas.

Dengan huruf braille, penyandang tuna netra dapat membaca sebuah tulisan dengan cara menyentuh menggunakan jari tangan. Mereka tidak hanya dapat membaca, namun bisa menuliskannya juga dengan metode yang sama.

Siapa Pencipta Huruf Braille

Membaca dan menulis dengan konsep sentuh huruf braille ini diciptakan oleh seorang tunanetra asal Perancis. Namanya adalah Louis Braille. Untuk mengenang jasanya, nama huruf yang diciptakan diberi nama sesuai dengan namanya. Tanggal kelahirannya yakni 4 Januari, diperingati sebagai hari Braille di seluruh dunia.

Kisah Louis Braille menciptakan huruf braille penuh lika-liku, namun bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua. Louis Braille lahir tahun 1809, sewaktu lahir kondisi matanya normal dan tidak buta. Sampai akhirnya pada usianya yang ketiga tahun, terjadi sebuah kecelakaan di ruang kerja ayahnya. Akibat kecelakaan ini, mata Louis Braille tertusuk benda tajam dan membuatnya menjadi buta permanen dan tidak bisa diobati.

Louis Braille berupaya sedemikian rupa supaya dia dan teman-teman yang mengalami kebutaan dapat berkomunikasi tertulis. Saat berusia 15 tahun, Louis Braille berhasil menciptakan kombinasi titik-titik timbul yang sekarang dinamai huruf braille. Huruf itu dapat dipakai oleh Louise Braille dan juga para penyandang tuna netra lain untuk membaca.

Awal Mula Penciptaan Huruf Braille

Munculnya penciptaan sistem baca-tulis braille terinspirasi dari pesan yang dikirim oleh seorang mantan perwira artileri Napoleon, bernama Kapten Charles Barbier. Kapten Barbier menggunakan kode berupa titik-titik timbul dan garis-garis untuk memberikan pesan ataupun perintah kepada anak buahnya saat malam hari atau saat gelap gulita. Pesan tersebut tersusun menjadi sebuah kalimat dan hanya dapat dibaca dengan cara meraba kombinasi rangkaian garis dan titiknya.

Awalnya Louis Braille melakukan uji coba garis dan titik timbul itu pada beberapa temannya yang tunanetra. Saat diuji coba, jari-jari tangan temannya yang tuna netra ternyata lebih peka terhadap sentuhan titik dibandingkan garis. Oleh karena itu, Louis Braille menciptakan sendiri rangkaian huruf menggunakan kombinasi antara titik dan spasi (ruang kosong tanpa tanda apapun). Sistem tulisan buatan Louis Braille ini digunakan pertama kali di L’Institution Nationale des Jeunes Aveugles, Paris. Sistem tulisannya digunakan untuk mengajar para siswa tunanetra.

Perjalanan pemakaian huruf braille sebagai sarana pengajaran awalnya menuai kontroversi. Sempat ada larangan penggunaan huruf baru ini karena sistemnya dianggap tidak lazim. Masyarakat sulit menerima adanya inovasi baru bagi kaum tunanetra. Sampai semua buku dan salinan kertas yang ditulis dalam huruf Braille dibakar dan disita.

Sekitar tahun 1847 sistem tulisan braille akhirnya diperbolehkan kembali karena banyak yang melihat perkembangan siswa tunanetra yang sangat cepat sebagai bukti dari kegunaan huruf Braille. Tahun 1851, Huruf Braille diajukan pada pemerintah negara Prancis supaya diakui secara sah oleh pemerintah. Pengajuan ini disetujui dan sejak saat itu penggunaan huruf Braille mulai berkembang luas hingga ke seluruh dunia.

Bagaimana Susunan Huruf Braille


Huruf Braille menggunakan kerangka penulisan seperti kartu domino. Dari tahun ke tahun mengalami perkembangan. Sistem tulisannya mencapai taraf kesempurnaan di tahun 1834. Satuan dasar dari sistem tulisan braille dinamakan sel Braille. Setiap sel terdiri dari enam titik timbul, yakni ; tiga baris dengan dua titik pada masing-masing baris. Keenam titik tersebut dapat disusun sedemikian rupa hingga menciptakan 64 macam kombinasi.

Membaca Huruf Braille caranya dari kiri ke kanan. Simbol yang disusun dapat melambangkan abjad, tanda baca, angka, tanda musik, simbol matematika dan lainnya. Ukuran huruf yang biasa digunakan adalah tingginya 0.5 mm, spasi horizontal dan vertikal antar titik dalam selnya sebesar 2.5 mm.

Huruf Braille Saat Ini

Seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, sistem braille tidak hanya diaplikasikan dalam kertas. Untuk memberikan kesempatan dan kemudahan pada para penyandang tuna netra supaya bisa menikmati kecanggihan teknologi, huruf braille diaplikasikan di banyak perangkat modern. Diantaranya :
  1.  Alat untuk mentransfer gambar secara elektronik dan diubah menjadi bentuk gambar timbul. Namanya Braille Electronic imaging. 
  2. Touch Braille Mobile Phone atau Ponsel yang dirancang bagi tunanetra dengan fleksibilitas yang sama seperti iPhone.
  3. Braille Smartwatch atau jam tangan khusus untuk tunanetra
  4. ORCAM atau Alat berbentuk kacamata yang dilengkapi dengan sensor untuk mengenali objek dan juga dilengkapi dengan earphone. 
  5. Sejenis komputer/laptop khusus tunanetra yang disebut dengan Braille EDGE 40 

No comments

Harap berkomentar dengan sopan dan sesuai topik

Theme images by 5ugarless. Powered by Blogger.