Bahaya Sampah Plastik Yang Wajib Diketahui

Penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari sudah bukan rahasia lagi memiliki bahaya yang cukup besar bagi kesehatan dan lingkungan. Plastik yang sudah dipakai dan dibuang akan menjadi sampah plastik yang susah diurai. Karena tiap hari diproduksi dan digunakan, jumlah sampah plastik akan terus bertambah di seluruh dunia. Pemusnahan plastik dengan cara dibakar juga memiliki dampak yang besar terhadap kesehatan dan keberlangsungan lingkungan sekitar.


Bagi sahabat yang masih belum tahu bahaya plastik, berikut ini adalah bahaya sampah plastik yang wajib diketahui :

1. Membahayakan Kesehatan Manusia

Bahan kimia yang keluar dari plastik ditemukan dalam darah dan jaringan tubuh dari hampir semua manusia hidup. Plastik yang menjadi sampah baik yang dibuang ke tanah maupun yang dibakar, sama-sama membahayakan kesehatan.

Walaupun tidak bisa diurai, sampah plastik bisa terbelah menjadi bagian yang lebih kecil sekitar 0,3 milimeter hingga 5 milimeter. Sampah plastik dengan ukuran super kecil ini dikenal dengan nama mikroplastik.

Karena ukurannya sangat kecil, mikroplastik bisa masuk ke dalam tubuh manusia lewat banyak jalur. Bisa lewat makanan, udara maupun air. Jika sering terpapar mikroplastik, risiko terkena stroke, beberapa jenis kanker, dan gangguan pernapasan akan semakin meningkat.

Selain itu, sampah plastik yang mencemari lautan juga bisa saja masuk ke dalam tubuh ikan atau hewan-hewan laut lainnya yang kita konsumsi. Hal ini berarti, jika kita makan ikan, bisa jadi ikan ini sudah memiliki mikroplastik yang berbahaya. Plastik yang dibakar juga akan mengeluarkan zat berbahaya dan jika dihirup memicu penyakit kanker, cacat lahir, gangguan imunitas, gangguan endokrin dan penyakit berbahaya lainnya.

2. Mengancam Kelestarian Satwa

Akibat penggunaan sampah plastik yang berlebihan, kehidupan satwa liar ikut terancam. Kehidupan satwa telah menyatu dengan sampah plastik. Banyak dari hewan-hewan tersebut yang salah mengira, mereka menganggap plastik sebagai makanan dan mengkonsumsinya. Induk satwa juga memberikan plastik kepada anak-anak mereka.

Hewan makan plastik
Berdasarkan laporan dari Biological Sciences, ternyata lebih dari 260 spesies satwa tercemar sampah plastik. Satwa tersebut antara lain ; invertebrata, kura-kura, ikan, burung laut dan mamalia. Mereka mengalami gangguan makan dan pergerakan tubuh. Plastik juga mengancam reproduksi, laserasi (luka-luka pada kulit dan daging), bisul hingga kematian. Bahkan, sampah plastik pun telah mencemari daerah-daerah terpencil dari bumi. Di laut sendiri, sampah plastik telah melebih jumlah zooplankton dengan perbandingan 36:1.

3. Plastik Nyaris Abadi

Eksistensi Plastik hampir abadi dan susah  dihilangkandi bumi. Hal itu karena plastik tidak bisa terurai dan hanya menjadi potongan yang lebih kecil, kecil dan kecil lagi. Dikutip dari laporan Chemistry & Biology 2009, material plastik bisa bertahan hingga 2.000 tahun, bahkan bisa lebih lama lagi.

Mirisnya, 33 persen bahan plastik hanya dipakai sekali lalu dibuang, seperti botol air kemasan, kantong plastik dan sedotan. Hal itu membuat timbunan plastik makin lama makin menumpuk.

4. Plastik Merusak Air Tanah

Pecahan-pecahan limbah plastik yang dibuang ke tanah akan bercampur ke dalam air tanah. Sampah-sampah plastik yang terkubur menciptakan bahan kimia berbahaya yang mengalir keluar dan meresap hingga ke air tanah. Nantinya, air tersebut akan mengalir ke danau dan sungai. Jika air itu dikonsumsi manusia maupun hewan akan berpotensi menimbulkan berbagai penyakit.




5. Plastik Dapat Menarik Bahan Yang Mengakibatkan Polusi Lain (Polutan)

Bahan kimia yang terdapat di dalam plastik memberikan sifat kaku atau fleksibel, tahan api, bisphenol, phthalates dan bahan kimia berbahaya lainnya. Bahan berbahaya tersebut bersifat menolak air dan dapat menempel pada benda-benda berbasis minyak, seperti sampah plastik. Pada akhirnya bahan kimia beracun yang terkandung dalam satu plastik akan terakumulasi dengan plastik lain dan akan mencemari samudera di seluruh dunia. Baca juga : Eco Actifity Pulau Plastik

6. Meracuni Rantai Makanan

Keberadaan sampah plastik di perairan tidak hanya mengancam keberlangsungan makhluk hidup di perairan tersebut. Tetapi mempengaruhi juga rantai makanan, yang ujungnya dapat berdampak pada manusia itu sendiri. Makhluk terkecil seperti plankton makan plastik berukuran mikro dan menyerap bahan kimia berbahaya didalamnya. Pada akhirnya plankton ini akan dimakan oleh makhluk yang lebih besar darinya dan seterusnya hingga akan sampai pada manusia.

Perjalanan rantai makanan tersebut bisa jadi terputus di tengah akibat kontaminasi plastik yang terlalu banyak dan biotanya mati. Akibatnya hewan yang biasanya memakan biota tersebut tidak bisa makan dannpada akhirnya mati kelaparan.

7. Merugikan berbagai sektor kehidupan manusia

Penggunaan plastik yang berlebihan pada akhirnya akan merugikan manusia kembali. Sebagai contoh, penimbunan sampah plastik akan berpengaruh pada sektor pariwisata, rekreasi, bisnis, dan kesehatan manusia serta hewan. Tumpukan sampah di pinggir pantai dapat menurunkan estetika atau keindahan dan juga daya tarik pengunjung. Sarana transportasi laut juga bisa terhambat jika terjadi penumpukan sampah di lautan. Efeknya perekonomian menjadi lesu.


Dari penjelasan di atas, tentunya sudah paham betapa banyaknya bahaya dari plastik. Oleh karena itu mari dukung kampanye antiplastik berlebihan yang dimulai dari diri sendiri. Sahabat bisa memulai dari hal-hal kecil, seperti membiasakan membawa kantong belanja sendiri, menggunakan botol minum yang bisa diisi ulang dan memakai sedotan dari baja nirkarat. Kegiatan Pemisahan sampah juga harus dilakukan setiap hari. Jika diri sendiri sudah terbiasa melakukan hal itu, nanti bisa ditularkan kepada teman-teman dan juga keluarga.  

No comments

Harap berkomentar dengan sopan dan sesuai topik

Theme images by 5ugarless. Powered by Blogger.