Eco Actifity : Pulau Plastik

Tanggal 29 Mei kemarin Anak-anak TBM Bintang Brilliant diajak untuk melakukan eco actifity yang berjudul : Pulau Plastik. Kegiatan ini merupakan perpaduan antara Literasi Digital, Literasi Sains sekaligus Literasi Budaya.


Tujuan utama dari kegiatan yang diprakarsai oleh Green Books Donatur Buku Lingkungan ini adalah membuat anak-anak mengerti tentang dampak negatif dari penggunaan plastik sekali pakai serta bagaimana cara mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatannya sendiri terbagi menjadi tiga tahapan. Yang pertama adalah menggambar tas kresek di belakang kertas bekas pakai. Yang kedua menonton film dokumenter dan yang terakhir bernyanyi serta berfoto bersama.

Karena setiap hari melihat bentuk tas kresek dan sering menggunakannya, maka tidak ada kesulitan dalam menggambarnya. Setiap anak hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk menggambar tas kresek.


Setelah menggambar, anak-anak diajak untuk menonton film dokumenter yang berjudul Pulau Plastik. Sudah ada persiapan laptop dan proyektor untuk memutar film ini. Tempatnya menontonnya di TBM Bintang Brilliant. Meskipun terlihat berdesakan, namun tetap nyaman untuk anak-anak.


Untuk lebih memahami isi filmnya, pemutaran Film ini dihentikan per episode. Saat dihentikan terdapat beberapa kuis/pertanyaan yang harus dijawab secara sepontan oleh anak-anak. Pertanyaan seputar permasalahan pencemaran plastik.

Contoh pertanyaan : Bisakah kita hidup tanpa plastik?Apakah yang dimaksud dengan plastik sekali pakai?Apa yang dimaksud dengan mikroplastik?Apa dampak dari mikroplastik?Dimanakah mikroplastik itu berasal? Untuk menjawabnya harus menonton film tersebut secara seksama.

Baca juga :
  1. Eco actifity Bakteri dan Penguraian
  2. Eco actifity Pemisahan Sampah
Tapi saat menonton filmnya sedikit ricuh, anak-anak mulai ramai sendiri tidak bisa tenang dan fokus melihat filmnya. Menurut anak-anak, filmnya terlalu monoton dan kebanyakan bicara. Tidak ada visual gambar yang menarik minat anak-anak. Memang sih hal itu wajar banget, karena filmnya sendiri berbentuk film dokumenter, sedangkan anak-anak lebih suka film kartun atau sejenisnya. Anak-anak ini usianya 9 sd 11 tahun.

Sebenarnya isi dan makna filmnya sendiri sangat bagus. Mungkin karena belum sesuai usia sehingga kurang tertarik. Supaya lebih memahami isi dan makna film, akhirnya kordinator sendiri yang menerangkan isi film tersebut sambil melihat filmnya. KotdinaKor juga menjelaskan banyak hal mengenai bahaya sampah plastik dan memberikan sedikit pemahaman pada mereka tentang penggunaan tas kresek.




Setelah menonton film, anak-anak diajak menyanyikan lagu tolak tas kresek yang liriknya sudah ada di YouTube. Di akhir kegiatan ada sesi foto bersama memamerkan hasil karya masing-masing. Untuk lebih memahami bahaya sampah kresek, anak-anak akan diajak bermain kembali dalam eco actifity : Bakteri.

No comments

Harap berkomentar dengan sopan dan sesuai topik

Theme images by 5ugarless. Powered by Blogger.