Membuka Pintu Imajinasi Lewat Kelas Menulis Transformasi Cerita Rakyat

Di bulan suci Ramadhan, suasana di TBM Bintang Brilliant berbeda dari biasanya. Kelas-kelas belajar yang rutin diselenggarakan tiap hari, libur sementara. Hal ini untuk memberi kesempatan bagi pengelola untuk fokus dalam ibadah Ramadan tanpa harus mengurus kegiatan belajar bersama. Namun, libur bukan berarti berhenti belajar sepenuhnya. Anak-anak dan masyarakat masih diperbolehkan datang membaca buku atau meminjam buku. Pintu TBM masih terbuka lebar.

Kesempatan libur ini ternyata juga dimanfaatkan oleh salah satu pengelola TBM Bintang Brilliant yakni Munasyaroh Fadhilah untuk terus meningkatkan diri. Alhamdulillah, beliau berhasil lolos sebagai peserta Kelas Menulis yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Forum TBM. Sebelumnya, tentu saja, ada tahap tertentu dan juga seleksi yang harus dilalui demi mendapatkan kesempatan emas ini. 

Kelas pertama telah berlangsung dengan sukses melalui platform Zoom secara online pada tanggal 3 April 2024 pukul 14.00 - 16.00 WIB. Kelas menulisnya sendiri ada 2 yakni Kelas Menulis Cerita Anak dan Kelas Menulis Mentransformasikam Cerita Rakyat Menjadi Teks Dongeng. Yang dipilih adalah Kelas yang kedua.


Bersama pemateri Vastiani Noor Asmi Harini yang seorang dosen di Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Pendidikan Indonesia, Munasyaroh sangat bersemangat mengikuti pemaparan yang disampaikan. Ada komunikasi dua arah antara pemateri dengan semua peserta sehingga banyak ide yang bertaburan. Waktu 2 jam jadi terasa singkat sekali, gak sabar untuk mengikuti kelas-kelas berikutnya.

Salah satu impian Munasyaroh setelah lulus dari kelas ini adalah untuk bisa menulis dongeng yang diadaptasi dari cerita rakyat. Dalam benaknya, sudah tergambar jelas bagaimana ia ingin menceritakan kembali kisah orang Lamongan yang tidak dapat atau tidak boleh untuk memakan ikan lele karena akan timbul alergi. Kisah yang diketahui secara luas oleh orang Lamongan ini ingin dinarasikan dengan gaya bahasa dongeng yang khas. 

Selain itu, ia juga bercita-cita untuk menuliskan cerita dongeng tentang larangan menikah masyarakat Desa Pucangro dengan penduduk Desa Geger yang masih tetangga di desa. Bukan hanya itu yang menjadi targetnya, Jika ada kesempatan, ingin sowan ke sesepuh desa dan melakukan proses wawancara mendalam mengenai cerita-cerita yang hanya di tuturkan. Nantinya akan ditulis dalam sebuah buku cerita. 


Para Pengelola TBM Bintang Brilliant juga berharap dapat menuliskan cerita-cerita lain yang mungkin terinspirasi dari pengalaman hidup dan cerita-cerita sekitarnya. Proses belajar di kelas menulis ini bukan hanya tentang mengasah keterampilan menulis, tetapi juga membuka pintu imajinasi untuk menjelajahi dunia cerita yang lebih luas.

Dengan semangat dan tekad yang kuat, TBM Bintang Brilliant siap menjelajahi dunia menulis, mengambil inspirasi dari budaya lokal dan pengalaman pribadinya untuk menciptakan karya-karya yang menginspirasi dan memukau pembaca. 

Tidak ada komentar

Harap berkomentar dengan sopan dan sesuai topik

Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.