Program Beasiswa Pendidikan Dari PT Freeport Indonesia

Beasiswa menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk pemerataan pendidikan. Dengan adanya program beasiswa, generasi penerus bangsa dapat menikmati pendidikan tanpa pusing memikirkan biayanya. Ada banyak sekali lembaga atau instansi yang memberikan beasiswa. Salah satunya adalah PT Freeport Indonesia atau yang disingkat dengan PTFI.


PT Freeport Indonesia atau PTFI merupakan perusahaan tambang terkemuka di dunia. Perusahan ini beroperasi di dataran tinggi Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, Indonesia. Dengan visi menjadi perusahaan tambang kelas dunia yang menciptakan nilai-nilai unggul dan menjadi kebanggaan bagi seluruh pemangku kepentingan termasuk karyawan, masyarakat, dan bangsa, PTFI melakukan eksplorasi, menambang, dan memproses bijih tembaga, emas, dan perak untuk memenuhi kebutuhan logam bagi ekonomi dunia saat ini.

Sebagai perusahaan yang berkembang pesat, Freeport Indonesia tak lupa untuk menunaikan kewajiban sosial dan lingkungannya dengan memberikan berbagai sumbangsih bagi negeri. Salah satunya yang paling mencolok adalah pemberian beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa Papua untuk menempuh pendidikan yang lebih baik. Untuk mendapatkannya memang ada syarat-syarat tertentu, tapi yang paling penting adalah harus warga masyarakat Papua asli.

PTFI sudah berkomitemen untuk menyisihkan sebagian dari pendapatannya untuk kepentingan masyarakat dimana perusahaan ini beroperasi. Dalam hal ini adalah masyarakat Papua. Melalui dana kemitraan untuk pengembangan masyarakat, PTFI telah memberikan beasiswa bagi puluhan ribu pelajar dan Mahasiswa dari Papua. Program ini sudah dijalankan sejak tahun 1996 dan sampai akhir 2019, masih terus di jalankan.

Tahun 2011 telah tercatat ada 8,049 siswa yang mendapatkan program beasiswa. Beasiswa diberikan mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga perguruan tinggi S3. Tahun 2012, jumlahnya meningkat menjadi 8.772 pelajar. Pada awal pencanangan program, beasiswa hanya untuk pelajar SMA sampai mahasiswa program magister. Tapi pada tahun 2011, kebijakan dirubah dengan memberikan beasiswa aktif bagi pelajar tingkat sekolah dasar hingga mahasiswa tingkat Universitas.

Sumber gambar : ptfi.co.id
Jumlah beasiswa tiap tahunnya berbeda-beda, tergantung kuota. Tapi rata-rata setiap tahun sebanyak 111 orang yang mendapatkan program beasiswa. Paling banyak beasiswa diberikan kepada mereka yang ikut dalam pelatihan dan pengembangan di Institut Pertambangan Nemangkawi. Lembaga ini adalah pusat pelatihan berbasis kompetensi yang menyediakan pengembangan masa magang, khususnya bagi peserta dari Papua.

Pada tahun 2006, PTFI melalui unit kerja IPN bekerja sama dengan politeknik Semarang meluncurkan program magang Administrasi Bisnis D3. Tercatat ada 36 peserta yang dibiayai sampai lulus pada tahun ajaran 2008-2009 dan ada sekitar 24 partisipan mengikuti program pada tahun ajaran 2010-2012. Program kerjasama beasiswa juga dilakukan dalam Program Magister Administrasi Bisnis di SBM-ITB. Program ini diluncurkan tahun 2007. Tercatat ada 40 peserta telah lulus pada bulan Juli 2009.

PT Freeport Indonesia (PTFI) berkerja sama dengan American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) beberapa kali melakukan kerjasama program beasiswa bagi para pelajar dari Papua dan Papua Barat. Beasiswa diberikan untuk belajar selama 2 semester di sejumlah perguruan tinggi (community college) di Amerika Serikat. Sejak tahun 1998 hingga 2016, 62 pelajar asal Papua dan timur Indonesia telah tercatat sebagai penerima beasiswa pendidikan di Amerika Serikat melalui kerjasama Freeport-AMINEF. Dari total 62 pelajar, 26 diantaranya adalah penerima beasiswa program MA (S2) dan 36 pelajar adalah peserta program CCI.

Pada periode 2016-2020, PTFI dan Aminef kembali melakukan kontrak kerjasama. Pada kerjasama ini PTFI memberikan dana sebesar USD 1 juta untuk periode ini. Di tahun 2018, diketahui ada sembilan mahasiswa yang berasal dari Papua dapat berangkat dan mendapatkan beasiswa atas kerja sama kedua ini. Tahun 2019, ada 4 mahasiswa dari Papua dan Papua Barat yang mendapatkan program  beasiswa sejenis.





Sebuah kiriman dibagikan oleh Freeport Indonesia (@freeportindonesia) pada
Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas siswa-siswi daerah terpencil, PTFI dan LPMAK bekerjasama dengan Yayasan Pesat dan Keuskupan Timika mengelola 5 asrama putra dan putri di Mimika untuk sarana belajar anak-anak Papua. Asrama yang sama juga dibuat dengan Yayasan Binterbusih di Jawa Tengah. Penerapkan pendidikan berpola asrama yang diterapkan bertujuan untuk menanamkan sikap disiplin peserta didik supaya mereka memiliki kemandirian dan memiliki pola hidup teratur. Anak-anak yang berada di asrama mendapatkan beasiswa dari PT Freeport Indonesia.

Adanya aksi mogok pekerja tahun 2014 dan penurunan produksi tambang hingga 40 persen berimbas pada dana kemitraan pemberian beasiswa yang diberikan. Dana kemitraan yang awalnya sekitar Rp 1 triliun, turun sedikit menjadi Rp 600 miliar. Pihak manajemen perusahan sebenarnya tidak mau hal ini terjadi, namun karena hal uti diluar rencana jadi terpaksa dilakukan. Memang wajar jika dalam sebuah perusahan terjadi kenaikan atau penurunan pendapatan. Hal itu juga berdampak pada dana lainnya.
Para penerima beasiswa selama ini menunjukkan minat belajar yang tinggi. Bagi yang mendapatkan beasiswa di luar daerah atau luar negri sangat termotivasi untuk kembali ke daerahnya untuk membangun Papua. Kontribusi Freeport Untuk Masyarakat bidang pendidikan sungguh bermakna. Diharapkan kedepannya, akan lahir generasi unggul harapan bangsa yang dapat membangun Papua dan membanggakan negara tercinta.

1 comment:

  1. Salut untuk pihak-pihak yang sudah mengabdi untuk masyarakat, tetap semangat!

    ReplyDelete

Harap berkomentar dengan sopan dan sesuai topik

Theme images by 5ugarless. Powered by Blogger.