Pertunjukan Drama Berjudul Hutan Yang Sunyi

Pertunjukan drama berjudul Hutan Yang Sunyi telah dilaksanakan hari Jumat kemarin tgl 30 November 2018. Meskipun persiapan acak-acakan karena tidak bisa latihan secara rutin setiap hari, namun Alhamdulillah sudah terlaksana dengan baik. Capeknya persiapan sebelum pertunjukan drama yang dilakukan kurang dari 1 bulan, terbayar sudah pasca penyelenggaraan kegiatan.



Pertunjukan Drama Berjudul Hutan Yang Sunyi ini masih dalam satu rangkaian dengan Program Bebas Bagaikan Burung yang telah dilaksanakan bulan Agustus hingga Oktober kemarin. Tujuan dari kegiatan ini adalah supaya kita semua dapat memahami bagaimana kehidupan burung di alam bebas yang rentan terkena perburuan liar.

Pasca diadakannya kegiatan ini diharapkan semua orang yg terlibat terinspirasi untuk proaktif dalam konservasi alam. Terima kasih buat semua tim yang terlibat, baik yang kelihatan maupun yang tidak. Tanpa kalian pertunjukan ini tidak akan pernah terlaksana.


Latar atau setting dari sandiwara ini terdiri dari 3 tempat, yaitu: Hutan yang asri, Pasar hewan dan Pusat penangkaran dan karantina hewan liar. Berhubung lokasi TBM Bintang Brilliant kurang memadai, maka pertunjukan drama ini meminjam ruangan/gedung RA Muslimat NU. Di lokasi tempat tersebut, terdapat gambar/tulisan yang sesuai dengan background drama ini sehingga drama terlihat natural.

Alur cerita : 

Babak pertama dalam drama menceritakan tentang 5 orang anak muda yang membawa teropong dan buku. Mereka mengunjungi hutan untuk melakukan pengamatan burung menggunakan Binocular dan mendengar suara burung-burung yang hidup di hutan tersebut. Di dalam hutan, para pemuda yang disebut dengan pengamat burung tersebut menemukan adanya berbagai burung di dalam hutan.  Sebagian dari burung-burung tersebut sudah langka dan jarang ditemukan di tempat lain.


Babak kedua menceritakan tentang kehidupan burung yang sedang mencari makan dan terbang kesana kemari. Tidak disangka dan tidak diduga sebelumnya, para burung terkena jebakan pemburu. Sebagian burung terkena jaring dan sebagian lainnya terkena lem kayu. Hanya ada satu burung yang selamat dan mencoba mencari bantuan.


Pada Babak ketiga, para pengamat burung kembali ke hutan tersebut dan melakukan pengamatan burung lagi. Saat sampai di hutan, para pengamat burung terkejut karena kini hutan tersebut menjadi sunyi, tidak lagi ramai oleh kicauan burung seperti sebelumnya.

Kemudian datanglah seekor burung yang mendekati para pengamat burung tersebut. Dia terlihat sangat sedih. Dia menceritakan kepada para pengamat burung bahwa burung-burung lain terjerat jaring dan lem, lalu semuanya menghilang. Para pengamat burung kemudian bersedia membantu mencari burung-burung tersebut, dan menyarankan untuk melakukan pencarian di pasar hewan.

Babak Keempat di lakukan dengan setting Pasar Burung. Para Pengamat Burung sampai di pasar hewan. Mereka menemukan burung-burung hutan di dalam sebuah kandang kecil di sebuah toko. Mereka berusaha menjelaskan kepada penjual burung untuk tidak menjual burung yang ditangkap di alam liar, tetapi penjual burung tersebut tidak mempercayai mereka. Untunglah terdapat petugas kehutanan yang membantu mereka dan menjelaskan tentang aturan tersebut kepada penjual burung. Walaupun berat, akhirnya penjual burung bersedia menyerahkan burung-burung yang didalam kandang untuk dikarantina dan dirawat di penangkaran burung.



Babak Lima menggambarkan suasana di pusat penangkaran burung. Burung-burung diserahkan kepada dokter hewan yang ada disana. Burung-burung tersebut kemudian diobati dan dilatih untuk terbang kembali oleh dokter hewan. Setelah beberapa bulan, dokter hewan menyatakan bahwa burung-burung tersebut telah pulih dan bisa kembali hidup di alam dengan baik.

Babak Penutup atau Babak Enam menceritakan tentang Petugas Kehutanan bersama para pengamat burung yang berdiskusi mengenai kehidupan burung selanjutnya. Para pengamat burung menyarankan agar burung-burung tersebut dilepaskan di hutan di mana mereka biasa melakukan pengamatan burung.

Petugas kehutanan  menyetujui saran tersebut dan mengundang para pengamat burung untuk hadir pada acara pelepasan burung-burung tersebut. Mereka berjanji akan membantu masyarakat di sekitar hutan tersebut untuk menjaga kelestarian burung-burung dan hewan lain yang hidup di hutan tersebut.

Tokoh : 

Adapun pemain dalam pertunjukan drama berjudul Hutan Yang Sunyi tersebut adalah :

Yudha : Pengamat Burung 1
Fitto : Pengamat Burung 2
Abi : Pengamat Burung 3
Dhika : Pengamat Burung 4
Adit : Pengamat Burung 5

Elok : B1 = Ekek Geling
Chefi : B2 = Cucak Rawa
Nanda : B3 = Jalak Bali
Zinta : B4 = Beo Nias
Nadia : B5 = Poksay Sumatera
Lista : B6 = Murai Batu

Lubab : Penjual Burung 1
Fikri : Penjual Burung 2

Argi : Dokter Hewan
Faul : Perawat

Tria : Petugas Kehutanan
Munasya : Petugas Kehutanan

Rekaman video drama ini bisa di lihat di channel YouTube TBM Bintang Brilliant. Untuk penggalan dialognya bisa di baca di artikel berjudul : Dialog Drama Hutan Yang Sunyi.


No comments

Harap berkomentar dengan sopan dan sesuai topik

Theme images by 5ugarless. Powered by Blogger.