Pengamatan Burung Menggunakan Binocular di Bonorowo

Hari Jum'at adalah hari liburnya sebagian anak-anak TBM BINTANG BRILLIANT. Saat libur, mereka tidak perlu berangkat sekolah maupun ngaji. Mumpung hari libur, beberapa anggota TBM Bintang Brilliant diajak jalan-jalan pada sore hari ke areal sawah dan bonorowo sekitar Desa Pucangro. Jalan-jalan kali ini bukan sekedar jalan-jalan biasa, ada konsep pembelajaran di dalamnya.


Pembelajaran kali ini berkaitan dengan konservasi lingkungan hidup. Jenis kegiatannya adalah melakukan pengamatan burung menggunakan alat bernama Binocular. Pengertian Binokuler sendiri adalah salah satu alat optik (alat yang memiliki lensa), yang digunakan untuk membantu manusia melihat benda pada jarak jauh.

Binokuler ditemukan pada abad ke-17, yang kini umum digunakan oleh peneliti, tentara, nakhoda kapal, dan pengguna lain yang melakukan pengamatan pada benda yang jauh. Binokuler banyak digunakan oleh pengamat burung, karena sebagian jenis burung berukuran relatif kecil dan berada pada posisi yang jauh dari lokasi pengamatan. Dalam bahasa daerah (bahasa tempat kami berada), Binocular disebut dengan nama keker.


TBM Bintang Brilliant sendiri memiliki 10 alat Binocular yang didapatkan pasca Program Bebas Bagaikan Burung yang diadakan oleh Green Books beberapa waktu yang lalu. Bagi anak-anak, Binocular menjadi sebuah barang menarik yang sebelumnya tidak pernah dilihat dan dimiliki. Punya alat seperti ini tentunya menjadi hadiah yang berharga. Saat Kegiatan program Bebas Bagaikan Burung part 1 hingga 4, Binocular belum dimiliki. Binocular baru datang saat Program Bebas Bagaikan Burung part 5. 

Pada awal pemakaian, Kordinator menjelaskan tentang definisi dan kegunaan binokuler pada anak-anak. Kordinator kemudian menjelaskan cara pemakaian Binocular sambil mempraktekkannya langsung. Anak-anak di ajari secara bergantian sehingga mereka mahir menggunakan alat Binocularnya dan dapat mengamati burung yang terbang serta bersembunyi di tempat yang jauh.




Pengamatan burung paling baik dilakukan selama 3 jam setelah matahari terbit dan 3 jam sebelum matahari terbenam. Itulah mengapa pembelajaran kali ini dilakukan di sore hari sekitar jam 4 hingga jam setengah enam. Di waktu-waktu tersebut suhu udara tidak terlalu tinggi sehingga banyak burung yang mencari makan dan membangun sarang. Tempat pengamatan yakni Bonorowo Desa Pucangro merupakan areal terbuka yang luas dan menjadi tempat bersarang burung-burung liar.

Meskipun tidak banyak burung yang dilihat, namun tidak mengurangi semangat dan keinginan anak-anak untuk mempelajari kehidupan burung. Adapun burung yang ditemukan dalam pengamatan kali ini adalah Burung Kuntul Baris dan Pruwok. Mungkin karena masih musim kemarau sehingga burung burung jenis lainnya banyak yang bermigrasi dan tidak terlihat.



Kegiatan mengamati burung menggunakan Binocular selain dapat dijadikan pembelajaran literasi sains bab kehidupan burung, kegiatan ini juga bisa dijadikan sarana rekreatif yang menyenangkan. Anak-anak yang ikut melakukan pengamatan terlihat antusias dan bersemangat untuk mengikutinya. Rencana kedepannya, kegiatan ini akan dijadikan sebagai pembelajaran rutin saat libur sekolah.

Baca juga : Mengetahui Pengelompokan Tumbuhan Dengan Pengamatan Langsung di Alam

Kegiatan pengamatan burung bertujuan supaya anak-anak belajar tentang cara menggunakan binokuler dan cara mengamati burung dengan baik dan benar. Selain itu kegiatan ini juga dapat menginspirasi anak-anak untuk memahami nilai penting dan manfaat dari pengamatan burung di alam, yaitu sebagai salah satu upaya konservasi burung.

No comments

Harap berkomentar dengan sopan dan sesuai topik

Theme images by 5ugarless. Powered by Blogger.